Info Bisnis ==>
Loading...

Kepri

Nasional

Internasional

Recent Posts

Kunjungan Wapres Untungkan Sektor Pariwisata Lingga

November 19, 2017 Add Comment
Lingga- Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, menguntungkan sektor pariwisata di daerah pesisir tersebut, kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar.
        
"Kegiatan di Lingga yang dibuka Pak Jusuf Kalla berhubungan dengan kebudayaan, namun menarik perhatian wisatawan," ujarnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Minggu.
         
Wakil Presiden membuka Tamadun Melayu 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lingga, Minggu. Acara tersebut, menurut Buralimar menguntungkan Lingga karena diliput oleh banyak wartawan.
        
Keindahan alam pesisir Lingga yang selama ini belum diketahui masyarakat nusantara semakin populer ketika dikunjungi Jusuf Kalla.
        
"Hari ini beraneka ragam berita terkait kunjungan Wakil Presiden. Tentunya objek wisata di Lingga juga semakin populer," ujarnya.
       
Ia mengatakan Pemerintah Kepri mendukung kegiatan Tamadun Melayu Lingga. Pada 2018 kegiatan yang sama tetap dilaksanakan, dan didukung Pemprov Kepri.
        
Hari ini, kata dia Dinas Pariwisata Kepri memfasilitasi 120 wisatawan asal Singapura dan Malaysia untuk menyaksikan acara Tamadun Melayu tersebut. Kegiatan tersebut dipuji oleh para turis karena unik dan menarik.
        
"Kami ingin memperbesar acara Tamadun Melayu, termasuk Festival Gunung Daik pada 2018," ucapnya.
        
Ia merasa optimistis sektor pariwisata di Lingga dapat berkembang pesat jika dikelola secara maksimal. Sektor pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan yang baru di Lingga, Kepri maupun tingkat nasional.
        
"Lingga itu indah, banyak pulau dengan pasir putih dan laut yang bersih," katanya.(Antara)

Editor: Dedi
Pewarta : 
Editor: Kepulauan Riau 
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Foto :duniaoutbound.com

LINGGA KE-2 TERBANYAK SE-KEPRI REKAM DATA E-KTP

Oktober 30, 2017 Add Comment

Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMDKCS) Provinsi Kepri, Sardison. (Foto: Ismail/batamtoday.com)
Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMDKCS) Provinsi Kepri, Sardison. (Foto: Ismail/batamtoday.com)
Tanjungpinang, LINGGA POS – Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini sebanyak 1.234.639 jiwa atau 65 persen dari seluruhnya 1.346.390 penduduk telah merekam data KTP (e-KTP) atau masih ada sekitar 90.242 penduduk yang belum merekam data KTP. Kepala DPMD Dukcapil Pemprov Kepri Sardison mengatakan berdasarkan laporan data pelayanan dari kabupaten/kota se-Kepri, hingga Juli 2017, Kabupaten Natuna merupakan daerah yang paling tinggi yang belum merekam data KTP yakni 23.190 akte (86,77 persen). Menyusul kemudian Kabupaten Anambas 13.066 akte (82,25 persen), Kota Batam 281.577 akte (80,83 persen), Kabupaten Lingga 24.970 akte (80,51 persen), Kota Tanjungpinang 64.352 akte (79,02 persen), Kabupaten Bintan 37.236 akte (67 persen) dan Kabupaten Karimun 47.833 akte (60,95 persen).

Menurut Sardison sebagaimana dirilis laman Tanjungpinangpos.id, capaian target yang telah ditetapkan pemerintah, maka Pemprov Kepri mendorong kabupaten/kota dengan melakukan pelayanan ‘Jebol‘ atau jemput bola ke pemukiman penduduk sekaligus mensosialisasikan tentang KTP, KK, Akte Lahir dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Adapun daerah di Kepri yang telah berhasil merekam data KTP terbanyak yakni, Kabupaten Bintan 103.592 jiwa dari seluruhnya 161.201 jiwa, Kabupaten Lingga 69.479 jiwa dari 100.929 jiwa (69 persen), Kabupaten Anambas 30.787 jiwa dari 44.357 jiwa (69 persen), Kabupaten Karimun 162.592 jiwa dari 240.891 jiwa (67 persen), Kota Batam 703.759 jiwa dari 1.062.250 jiwa (66 persen), Kabupaten Natuna 49.855 jiwa dari 81.257 jiwa (66 persen) dan Kota Tanjungpinang 136.084 jiwa dari seluruhnya 261.084 jiwa (52 persen). Sementara, lanjut dia, capaian target kepemilikan Akta Kelahiran pada akhir tahun ini di seluruh Provinsi Kepri diharapkan sudah mencapai 85 persen. Tercatat saat ini target yang dipatok itu baru mencapai sekitar 78 persen. (raw/tp)
Copyright:
Berita: linggapos.com
Gambar: detikkeprinews.com

Bangkitkan Ekonomi Lingga, Pemkab Gandeng Coco-man dan Pahlawan Sabut

April 19, 2016 Add Comment

Bangkitkan Ekonomi Lingga, Pemkab Gandeng Coco-man dan Pahlawan Sabut

KBRN, Tanjungpinang: Sejak sepuluh tahun terakhir derap pembangunan di kabupaten Lingga dinilai banyak pihak tidak sekencang 6 kabupaten/kota lainnya di provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Oleh karena itu Lingga dibawah kepemimpinan Bupati Alias Wello dan Wakil Bupati M. Nizar bertekad membangkitkan perekonomian masyarakat di kabupaten yang berjuluk bunda tanah melayu ini.

Untuk mewujudkan niatnya tersebut Bupati Alias Wello menggandeng pakar IPB, Prof. Wisnu Gardjito penemu 1.600 formula produk turunan buah kelapa dan Pahlawan untuk Indonesia bidang inovasi teknologi, Ady Indra Pawennari. Keduanya merupakan sosok yang telah membuktikan kesuksesan inovasi dari bahan dasar buah kelapa.

“Sejarah kita ada, alam kita ada, laut kita luar biasa, terumbu karang kita luar biasa. Itu kan semua punya nilai jual yang tinggi. Saya yakin pasti Lingga akan bangkit secara ekonomi dan apa semuanya,” ungkap Wello dengan dialek melayu Lingga yang cukup kental, usai dilantik di Tanjungpinang, Rabu (17/02/2016).

Dari bahan baku buah kelapa yang cukup melimpah di Lingga akan diproduksi berbagai macam produk turunan buah kelapa seperti sabun, sampoo, body lotion, syirup, minyak kelapa, virgin coconut oil (VCO) hingga perabot rumah tangga, bahan bakar mesin dari olahan air kelapa dan ratusan jenis produk lainnya.

Selain itu pemkab Lingga juga mulai Maret nanti akan menyulap ribuan hektar lahan tidur menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang produktif guna menghidupkan agro bisnis di wilayahnya yang terbilang subur. Perihal niatnya ini, Bupati Lingga sudah memiliki kesepakatan dengan inovator teknologi serbuk sabut kelapa Ady Indra Pawennari, yang juga pengusaha sukses dibidang industri sabut kelapa dari Tanjungpinang.

Senada dengan Bupati Lingga, Prof. Wisnu Gardjito mengatakan, sudah saatnya daerah tidak bergantung pada APBD lagi, namun bagaimana dengan APBD yang dimiliki dapat menghasilkan pemasukan yang berlipat-lipat. Caranya tidak perlu mengundang investor dari luar negeri, melainkan cukup pemda menggandeng investor lokal yang memahami persoalan dan membawa solusi bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

"Saya datang ke Kepri bukan ingin makan APBD, karena hidup saya sudah lebih dari cukup, alhamdulillah. Tapi saya kesini ingin mengajak kita semua bangkit dengan modal yang kita miliki sendiri. Di kepala saya ini ada 1600 formula. Saya ingin semuanya dipakai oleh rakyat Indonesia sebagai produsen buah kelapa terbesar di dunia," papar Gardjito.

Salah satunya yang bisa dikembangkan di Lingga adalah industri berbasis buah kelapa. Gardjito yang di dunia keilmuan dijuluki manusia kelapa atau Coco-man itu menjamin dalam waktu 6 bulan kabupaten Lingga akan bangkit, jika seluruh masyarakat yang didukung oleh pemda berikut DPRD-nya menjalankan Industri kerakyatan tersebut.(gus)
Sumber berita:
http://rri.co.id/yogyakarta/post/berita/249460/ekonomi/bangkitkan_ekonomi_lingga_pemkab_gandeng_cocoman_dan_pahlawan_sabut.html
Sumber Gambar:
http://3.bp.blogspot.com/_70HvIgkye-4/TRKN1Va3fII/AAAAAAAAAA4/GI-kynPwFFE/s320/kelapa+yang+sudah+jatuh+daripohonnya-1.JPG

Insyaalloh Akan Dibangun Jalan Nasional Kabupaten Lingga

April 16, 2016 Add Comment

Lingga (Antara Kepri) - Jalan Nasional sepanjang 12 kilometer di Kecamatan Lingga Utara akan segera dibangun representatif pada 2017 mendatang, kata Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Lingga, Indra Asmara Putra.

"Kemarin dari Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BP2JN) sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Kebetulan bertemu dengan Bupati Lingga di Lokasi Persawahan Desa Sungai Besar. Kabidnya berjanji kepada Bupati akan menjadikan jalan ini prioritas pembangunannya di tahun 2016," kata dia, dihubungi dari Lingga, Kamis.

Dijelaskan Indra, Jalan Nasional Lingga Utara yang saat ini masih sampai tahap pengerasan tersebut, kondisinya sudah sangat siap untuk ditingkatkan menjadi jalan aspal.

Jalan itu dirintis pada tahun 2008 lalu melalui anggaran APBD secara bertahap. Setelah dilakukan pengerasan, jalan tersebut ditingkatkan menjadi jalan nasional.

"Sejak 2008 sudah dibuka oleh daerah. Kemudian baru ditingkatkan menjadi jalan nasional," tuturnya.

Secara teknis pengerjaannya, dijelaskan Indra, akan dilaksanakan oleh Satker PU Provinsi Kepri. Dalam pengerjaannya nanti, bukit-bukit yang masih tinggi akan di pangkas lagi.

"Kita lihat nanti teknisnya. Itu dikerjakan Satker Provinsi," kata dia.

Dengan pembanguan jalan ini, menjadi harapan besar warga Lingga Utara, dapat menggeliatkan perekonomiannya, dan memperlancar arus barang dan orang dari dan ke desa tersebut. (Antara)

Sumber Berita:
http://m.antarakepri.com/berita/37541/jalan-nasional-lingga-utara-diaspal-2017
Sumber Gambar (ilustrasi)

Lingga Akan Kembangkan Ternak Sapi Skala di Tiga Lokasi

Agustus 28, 2015 Add Comment

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Lingga merencanakan membuka tiga wilayah peternakan sapu skala besar untuk masyarakat Kabupaten Lingga.
Satu lokasi di pulau Singkep yakni desa Marok. Sementara dua lainnya Pulau Cempa di Kecamatan Senayang dan Pulau Mabung.
Tiga lokasi tersebut dipilih, menurut Rusli Ismail selaku Kepala Distanhut Lingga, karena lahan untuk peternakan masih luas dan hijau.
"Kita rencanakan tiga wilayah peternakan lembu sekala besar. Lokasinya nanti di desa Mabung dan Cempa kecamatan Senayang dan satu lokasi lagi di Marok Tua Pulau Singkep," kata Rusli Ismail kepada Bintan News, Rabu (22/4/2015).
Dia menambahkan, program Distanhut tahun-tahun sebelumnya juga telah membantu pengadaan lembu bagi masyarakat Desa Mensanak, Kecamatan Senayang, Sungai Pinang dan Desa Bukit Harapan.
Hasilnya pun dikatakan Rusli sangat baik, ternak yang dikelola masyarakat berkembang.
"Sistemnya bergulir seperti di Bukit Harapan, peternakan lembu sangat berkembang, anakan ketiaga, lembu tersebut berpindah ke masyarakat lain," jelasnya.

Sumber Berita :
http://batam.tribunnews.com/2015/04/22/lingga-akan-kembangkan-ternak-sapi-skala-di-tiga-lokasi
Sumber Gambar :
kabarlingga.com/wp-content/uploads/2015/04/sapi-madura-272x125.jpg

DISTANHUT LINGGA MENCANANGKAN TERNAK LEMBU BERSKALA BESAR DI DAERAH PULAU

Agustus 06, 2015 Add Comment

LINGGA (KT) - Distanhut merencanakan peternakan Lembu berskala besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lingga. Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Lingga canangkan tiga wilayah tempat peternakan yaitu satu lokasi di pulau Singkep yakni desa Marok dan dua lokasi lagi diwilayah pulau Senayang, yakni pulau Cempa dan Mabung,  selain dapat menjadi sumber untuk meningkatkan prekonomian masyarakat pulau, peternakan lembu sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah pesisir Lingga. Sebab kebutuhan makan ternak dan air cukup terpenuhi  hal ini di sampaikan Rusli Ismsil kepada Karimuntoday  jum,at ( 24/4).

Rusli menambahkan, program distanhut tahun-tahun sebelumnya juga telah membantu pengadaan lembu bagi masyarakat desa Mensanak, kecamatan Senayang, Sungai Pinang dan desa Bukit Harapan. Hasilnya pun dikatakan Rusli sangat baik. Ternak yang dikelola masyarakat, berkembang.

Sementara untuk peternakan lembu desa Mensanak, pulau kecil wilayah kecamatan Senayang, dikatakan Rusli, pengelolaan yang dilakukan masyarakat tidak terlalu sulit. Peternakan lembu dengan cara dilepas ke alam bebas, juga akan diterapkan di pulau Cempa, Mabung dan Maruk. Dengan cara pengelolaan seperti itu, dikatakannya membuat pertumbuhan ternak akan semakin baik. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pembinaan bagi masyarakat yang mau mengelola.

Selain itu, Rusli juga menyinggung pengelolaan ternak lembu warga Daik Lingga. Pertumbuhan masyarakat yang semakin ramai, berangkat dari status kecamatan  namun sekarang menjadi ibukota kabupaten Lingga yang terus bertambah ramai penduduknya, dengan pola kebiasaan masyarakat yang melepas ternak tanpa kandang, seharusnya dikatakan Rusli sesegera mungkin dicarikan solusi. Sebab, hal ini mulai mengganggu keindahan kota. Kotoran ternak masih sering ditemukan dijalan-jalan.

"Banyak masyarakat yang beternak dengan pola dilepas di Daik, ternaknya terus berkembang biak dan semakin banyak. Kita menghimbau untuk dikandang. Kalau kesulitan menangkap, kita dari distanhut siap membantu dan bekerjasama dengan pemilik wilayah baik desa maupun lurah agar tidak lagi ternak-ternak ini merusak keindahan kota," ungkapnya.

Sumber Berita:
www.karimuntoday.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=5554:distanhut-lingga-mencanangkan-ternak-lembu-berskala-besar-di-daerah-pulau&Itemid=618
Sumber Gambar:
duniaternak.com/wp-content/uploads/ternak-sapi-sumbawa.jpg

Usaha Ternak Bebek BUMD Lingga dalam Tahap Produksi

Agustus 04, 2015 Add Comment

LINGGA (HK)- Usaha peternakan bebek yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Lingga di Desa Teluk, dalam masa produksi. Dalam satu minggu bebek ternakan tersebut bertelur mencapai 1.000 butir.
Manajemen BUMD melalui Hendriza Gusnadi mengatakan, usaha peternakan bebek sudah lama dimulai. Usaha peternakan bebek diawali dari tahap pembibitan hingga pemeliharaan pertumbuhan sampai bisa bertelur.

"Saat ini bebek yang dipelihara telah tahap produksi. Dalam satu minggu bisa bertelur hingga 1.000 butir," kata Hendriza, Senin (18/8).

Sesuai target manajemen usaha ternak telur, kata Hendriza, bebek di Desa Teluk ditargetkan fix performancenya pada bulan September 2014. Artinya, jumlah bebek yang dikelola warga berjumlah 1.300 ekor, dan itu terus dikembangkan.

"Sistem pengelolaannya melalui pemberdayaan masyarakat. Kita mau masuk tahap pengembangbiakan 500 ekor per bulan," ucapnya.

Terkait pangsa pasar telor bebek terebut, Hendriza menjelaskan, saat ini dari jumlah 1.000 butir telur bebek itu, per minggunya di pasarkan di Pasar Daik. Bahkan jumlah tersebut hanya mampu memasok di pasar di Daik. Dengan harga penjualan Rp2.000 per butirnya.

Memang untuk pengembangan usaha, lanjut Gusnadi, pihaknya terus berusaha memacu usaha telur bebek tersebut.

"Kita tetap punya tenaga ahli dan dokter hewan yang membimbing cara berternak bebek," imbuhnya.

Usaha ternak bebek itu cukup membantu warga di Desa Teluk. Selain membuka lapangan kerja, usaha ternak bebek tersebut juga ikut memenuhi kebutuhan akan telur bebek sebagai pemenuhan protein di Lingga.

Sumber Berita:
http://haluankepri.com/lingga/66820-usaha-ternak-bebek-bumd-lingga-dalam-tahap-produksi.html
Sumber Gambar:
www.infopeternakan.com/wp-content/uploads/2015/05/Cara-mengurangi-bau-pada-kandang-bebek.jpg

" Selamat Datang Diwebsite DetakKepri.com "