Lingga Akan Kembangkan Ternak Sapi Skala di Tiga Lokasi

Agustus 28, 2015 Add Comment

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Lingga merencanakan membuka tiga wilayah peternakan sapu skala besar untuk masyarakat Kabupaten Lingga.
Satu lokasi di pulau Singkep yakni desa Marok. Sementara dua lainnya Pulau Cempa di Kecamatan Senayang dan Pulau Mabung.
Tiga lokasi tersebut dipilih, menurut Rusli Ismail selaku Kepala Distanhut Lingga, karena lahan untuk peternakan masih luas dan hijau.
"Kita rencanakan tiga wilayah peternakan lembu sekala besar. Lokasinya nanti di desa Mabung dan Cempa kecamatan Senayang dan satu lokasi lagi di Marok Tua Pulau Singkep," kata Rusli Ismail kepada Bintan News, Rabu (22/4/2015).
Dia menambahkan, program Distanhut tahun-tahun sebelumnya juga telah membantu pengadaan lembu bagi masyarakat Desa Mensanak, Kecamatan Senayang, Sungai Pinang dan Desa Bukit Harapan.
Hasilnya pun dikatakan Rusli sangat baik, ternak yang dikelola masyarakat berkembang.
"Sistemnya bergulir seperti di Bukit Harapan, peternakan lembu sangat berkembang, anakan ketiaga, lembu tersebut berpindah ke masyarakat lain," jelasnya.

Sumber Berita :
http://batam.tribunnews.com/2015/04/22/lingga-akan-kembangkan-ternak-sapi-skala-di-tiga-lokasi
Sumber Gambar :
kabarlingga.com/wp-content/uploads/2015/04/sapi-madura-272x125.jpg

DISTANHUT LINGGA MENCANANGKAN TERNAK LEMBU BERSKALA BESAR DI DAERAH PULAU

Agustus 06, 2015 Add Comment

LINGGA (KT) - Distanhut merencanakan peternakan Lembu berskala besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lingga. Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Lingga canangkan tiga wilayah tempat peternakan yaitu satu lokasi di pulau Singkep yakni desa Marok dan dua lokasi lagi diwilayah pulau Senayang, yakni pulau Cempa dan Mabung,  selain dapat menjadi sumber untuk meningkatkan prekonomian masyarakat pulau, peternakan lembu sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah pesisir Lingga. Sebab kebutuhan makan ternak dan air cukup terpenuhi  hal ini di sampaikan Rusli Ismsil kepada Karimuntoday  jum,at ( 24/4).

Rusli menambahkan, program distanhut tahun-tahun sebelumnya juga telah membantu pengadaan lembu bagi masyarakat desa Mensanak, kecamatan Senayang, Sungai Pinang dan desa Bukit Harapan. Hasilnya pun dikatakan Rusli sangat baik. Ternak yang dikelola masyarakat, berkembang.

Sementara untuk peternakan lembu desa Mensanak, pulau kecil wilayah kecamatan Senayang, dikatakan Rusli, pengelolaan yang dilakukan masyarakat tidak terlalu sulit. Peternakan lembu dengan cara dilepas ke alam bebas, juga akan diterapkan di pulau Cempa, Mabung dan Maruk. Dengan cara pengelolaan seperti itu, dikatakannya membuat pertumbuhan ternak akan semakin baik. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pembinaan bagi masyarakat yang mau mengelola.

Selain itu, Rusli juga menyinggung pengelolaan ternak lembu warga Daik Lingga. Pertumbuhan masyarakat yang semakin ramai, berangkat dari status kecamatan  namun sekarang menjadi ibukota kabupaten Lingga yang terus bertambah ramai penduduknya, dengan pola kebiasaan masyarakat yang melepas ternak tanpa kandang, seharusnya dikatakan Rusli sesegera mungkin dicarikan solusi. Sebab, hal ini mulai mengganggu keindahan kota. Kotoran ternak masih sering ditemukan dijalan-jalan.

"Banyak masyarakat yang beternak dengan pola dilepas di Daik, ternaknya terus berkembang biak dan semakin banyak. Kita menghimbau untuk dikandang. Kalau kesulitan menangkap, kita dari distanhut siap membantu dan bekerjasama dengan pemilik wilayah baik desa maupun lurah agar tidak lagi ternak-ternak ini merusak keindahan kota," ungkapnya.

Sumber Berita:
www.karimuntoday.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=5554:distanhut-lingga-mencanangkan-ternak-lembu-berskala-besar-di-daerah-pulau&Itemid=618
Sumber Gambar:
duniaternak.com/wp-content/uploads/ternak-sapi-sumbawa.jpg

Usaha Ternak Bebek BUMD Lingga dalam Tahap Produksi

Agustus 04, 2015 Add Comment

LINGGA (HK)- Usaha peternakan bebek yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Lingga di Desa Teluk, dalam masa produksi. Dalam satu minggu bebek ternakan tersebut bertelur mencapai 1.000 butir.
Manajemen BUMD melalui Hendriza Gusnadi mengatakan, usaha peternakan bebek sudah lama dimulai. Usaha peternakan bebek diawali dari tahap pembibitan hingga pemeliharaan pertumbuhan sampai bisa bertelur.

"Saat ini bebek yang dipelihara telah tahap produksi. Dalam satu minggu bisa bertelur hingga 1.000 butir," kata Hendriza, Senin (18/8).

Sesuai target manajemen usaha ternak telur, kata Hendriza, bebek di Desa Teluk ditargetkan fix performancenya pada bulan September 2014. Artinya, jumlah bebek yang dikelola warga berjumlah 1.300 ekor, dan itu terus dikembangkan.

"Sistem pengelolaannya melalui pemberdayaan masyarakat. Kita mau masuk tahap pengembangbiakan 500 ekor per bulan," ucapnya.

Terkait pangsa pasar telor bebek terebut, Hendriza menjelaskan, saat ini dari jumlah 1.000 butir telur bebek itu, per minggunya di pasarkan di Pasar Daik. Bahkan jumlah tersebut hanya mampu memasok di pasar di Daik. Dengan harga penjualan Rp2.000 per butirnya.

Memang untuk pengembangan usaha, lanjut Gusnadi, pihaknya terus berusaha memacu usaha telur bebek tersebut.

"Kita tetap punya tenaga ahli dan dokter hewan yang membimbing cara berternak bebek," imbuhnya.

Usaha ternak bebek itu cukup membantu warga di Desa Teluk. Selain membuka lapangan kerja, usaha ternak bebek tersebut juga ikut memenuhi kebutuhan akan telur bebek sebagai pemenuhan protein di Lingga.

Sumber Berita:
http://haluankepri.com/lingga/66820-usaha-ternak-bebek-bumd-lingga-dalam-tahap-produksi.html
Sumber Gambar:
www.infopeternakan.com/wp-content/uploads/2015/05/Cara-mengurangi-bau-pada-kandang-bebek.jpg

KEPULAUAN RIAU, PENUH DENGAN KEKAYAAN ALAM

Agustus 01, 2015 Add Comment

Sejak diresmikan sebagai Provinsi ke-32 di Negara Indonesia, Kepulauan Riau menunjukan perkembangan yang cukup signifikan. Berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di bagian utara; Malaysia, Singapura dan Provinsi Riau di sebelah barat; Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di bagian selatan; serta Malaysia, Brunei, dan Provinsi Kalimantan Barat di sebelah timur, Kepulauan Riau memiliki letak yang strategis dan kekayaan alam yang begitu melimpah ruah.

Terdiri dari empat kabupaten dan dua wilayah kota yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, serta Kabupaten Lingga. Secara administratif Kepulauan Riau memiliki 42 Kecamatan dan 256 Kelurahan/Desa yang rata-rata semuanya terdiri dari gugusan kepulauan. Melihat kondisi alam Kepulauan Riau yang 95% daerahnya merupakan lautan, sekarang ini sedikitnya terdapat 2.408 pulau besar dan kecil dimana sekitar 40% dari pulau tersebut belum memiliki nama dan belum berpenghuni.

Dengan menjadikan Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi, Kepulauan Riau terletak pada jalur lalu lintas yang sangat strategis dan berada tepat di bibir pasar dunia. Tidaklah heran bila kondisi tersebut memicu kemajuan ekonomi di Kepulauan Riau yang semakin hari kian pesat.

Nah, untuk mengetahui potensi bisnis apa saja yang bisa kita gali di Provinsi Kepulauan Riau, pada pekan ini sengaja kami informasikan beberapa sektor unggulan yang cukup potensial untuk diangkat sebagai peluang usaha.

Potensi Hasil Tambang
Kepulauan Riau merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi hasil tambang cukup berlimpah. Misalnya saja seperti sumber daya alam mineral dan energi yang meliputi bahan galian A (strategis) seperti minyak bumi dan gas alam yang terdapat di Kabupaten Natuna, bahan galian B (vital) seperti timah (di Kab. Karimun dan Lingga), bauksit (di Kab. Bintan, Karimun, Lingga, Tanjungpinang), dan pasir besi (di Kab. Lingga, dan Natuna), bahan galian golongan C seperti granit (Kab. Karimun, Bintan, Natuna, Lingga) , pasir dan kuarsa (Kab. Karimun dan Natuna), serta masih banyak lagi bahan tambang lainnya seperti Granulit, Diorit, Andesit, Kaolin, dan lain sebagainya.

Potensi Kelautan
Dikepung dengan lautan, menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah penghasil ikan yang cukup potensial. Bahkan sekarang ini tidak hanya ikan tangkap saja yang diandalkan masyarakat sebagai sumber pendapatan, namun mereka mulai mengembangkan usaha budidaya serta pembenihan ikan untuk meningkatkan perekonomian daerah setempat dan mendongkrak kapasitas ekspor hasil laut. Contohnya saja seperti di Kabupaten Karimun, yang belakangan ini mulai mengembangkan usaha budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, serta kerambah jaring apung. Sedangkan di Kota Batam tepatnya di Pulau Setoko, sekarang ini mulai dibangun pusat pembenihan ikan kerapu yang setiap tahunnya bisa menghasilkan benih hingga lebih dari 1 juta ekor. Selain itu, untuk mendukung pemasaran hasil laut di Kepulauan Riau, baru-baru ini telah dibangun sebuah Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur di kota Batam yang mulai beroperasi sejak tahun 2010 silam sebagai salah satu pintu ekspor hasil laut dari daerah Batam ke beberapa negara tetangga, termasuk Negara Singapura.

Potensi Pertanianpotensi cengkeh
Selain memiliki potensi kelautan yang cukup melimpah, 5% daerah di Provinsi Kepulauan Riau merupakan daratan yang tingkat kesuburan tanahnya sangat bagus. Kekayaan inilah yang menjadikan seluruh daerah Kepri (Kepulauan Riau) berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian yang potensial dan menghasilkan komoditas tanaman dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Sebut saja seperti potensi palawija, kelapa, gambir, nanas, dan cengkeh yang banyak ditanam di wilayah Kabupaten Bintan, Karimun, Natuna, dan Kota Batam. Serta komoditas tanaman lainnya seperti buah-buahan dan sayuran yang mulai dibudidayakan di beberapa kabupaten yang tersebar di Kepulauan Riau.

Potensi Pariwisata
Dianugerahi pesona alam yang begitu indah, membuat Kepulauan Riau selalu ramai dipadati wisatawan lokal maupun internasional. Bahkan saking banyaknya turis mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut, Kepulauan Riau sempat dijuluki sebagai gerbang wisata kedua bagi turis mancanegara, tentunya setelah kawasan wisata di Pulau Bali. Banyaknya objek wisata pantai yang tersebar di seluruh Kepulauan Riau, menjadikan daerah ini menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Misalnya saja seperti Pantai Melur, Pulau Abang dan Pantai Nongsa yang terdapat di Kota Batam. Pantai Pelawan di Kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Tanjung Berakit, Pantai Trikora dan Bintan Leisure Park di Kabupaten Bintan, serta berbagai macam pesona wisata bahari lainnya yang ditawarkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Natuna.

Semoga informasi potensi bisnis daerah yang mengulas tentang kepulauan riau, penuh dengan kekayaan alam ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat di Indonesia untuk mengoptimalkan potensi unggulan di daerahnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Sumber ;
www.bisnisukm.com/kepulauan-riau-penuh-dengan-kekayaan-alam.html

Sumber gambar ; www.cdn.bisnisukm.com/2012/05/kepulauan-riau.jpg