Bangkitkan Ekonomi Lingga, Pemkab Gandeng Coco-man dan Pahlawan Sabut

April 19, 2016 Add Comment

Bangkitkan Ekonomi Lingga, Pemkab Gandeng Coco-man dan Pahlawan Sabut

KBRN, Tanjungpinang: Sejak sepuluh tahun terakhir derap pembangunan di kabupaten Lingga dinilai banyak pihak tidak sekencang 6 kabupaten/kota lainnya di provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Oleh karena itu Lingga dibawah kepemimpinan Bupati Alias Wello dan Wakil Bupati M. Nizar bertekad membangkitkan perekonomian masyarakat di kabupaten yang berjuluk bunda tanah melayu ini.

Untuk mewujudkan niatnya tersebut Bupati Alias Wello menggandeng pakar IPB, Prof. Wisnu Gardjito penemu 1.600 formula produk turunan buah kelapa dan Pahlawan untuk Indonesia bidang inovasi teknologi, Ady Indra Pawennari. Keduanya merupakan sosok yang telah membuktikan kesuksesan inovasi dari bahan dasar buah kelapa.

“Sejarah kita ada, alam kita ada, laut kita luar biasa, terumbu karang kita luar biasa. Itu kan semua punya nilai jual yang tinggi. Saya yakin pasti Lingga akan bangkit secara ekonomi dan apa semuanya,” ungkap Wello dengan dialek melayu Lingga yang cukup kental, usai dilantik di Tanjungpinang, Rabu (17/02/2016).

Dari bahan baku buah kelapa yang cukup melimpah di Lingga akan diproduksi berbagai macam produk turunan buah kelapa seperti sabun, sampoo, body lotion, syirup, minyak kelapa, virgin coconut oil (VCO) hingga perabot rumah tangga, bahan bakar mesin dari olahan air kelapa dan ratusan jenis produk lainnya.

Selain itu pemkab Lingga juga mulai Maret nanti akan menyulap ribuan hektar lahan tidur menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang produktif guna menghidupkan agro bisnis di wilayahnya yang terbilang subur. Perihal niatnya ini, Bupati Lingga sudah memiliki kesepakatan dengan inovator teknologi serbuk sabut kelapa Ady Indra Pawennari, yang juga pengusaha sukses dibidang industri sabut kelapa dari Tanjungpinang.

Senada dengan Bupati Lingga, Prof. Wisnu Gardjito mengatakan, sudah saatnya daerah tidak bergantung pada APBD lagi, namun bagaimana dengan APBD yang dimiliki dapat menghasilkan pemasukan yang berlipat-lipat. Caranya tidak perlu mengundang investor dari luar negeri, melainkan cukup pemda menggandeng investor lokal yang memahami persoalan dan membawa solusi bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

"Saya datang ke Kepri bukan ingin makan APBD, karena hidup saya sudah lebih dari cukup, alhamdulillah. Tapi saya kesini ingin mengajak kita semua bangkit dengan modal yang kita miliki sendiri. Di kepala saya ini ada 1600 formula. Saya ingin semuanya dipakai oleh rakyat Indonesia sebagai produsen buah kelapa terbesar di dunia," papar Gardjito.

Salah satunya yang bisa dikembangkan di Lingga adalah industri berbasis buah kelapa. Gardjito yang di dunia keilmuan dijuluki manusia kelapa atau Coco-man itu menjamin dalam waktu 6 bulan kabupaten Lingga akan bangkit, jika seluruh masyarakat yang didukung oleh pemda berikut DPRD-nya menjalankan Industri kerakyatan tersebut.(gus)
Sumber berita:
http://rri.co.id/yogyakarta/post/berita/249460/ekonomi/bangkitkan_ekonomi_lingga_pemkab_gandeng_cocoman_dan_pahlawan_sabut.html
Sumber Gambar:
http://3.bp.blogspot.com/_70HvIgkye-4/TRKN1Va3fII/AAAAAAAAAA4/GI-kynPwFFE/s320/kelapa+yang+sudah+jatuh+daripohonnya-1.JPG

Insyaalloh Akan Dibangun Jalan Nasional Kabupaten Lingga

April 16, 2016 Add Comment

Lingga (Antara Kepri) - Jalan Nasional sepanjang 12 kilometer di Kecamatan Lingga Utara akan segera dibangun representatif pada 2017 mendatang, kata Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Lingga, Indra Asmara Putra.

"Kemarin dari Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BP2JN) sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Kebetulan bertemu dengan Bupati Lingga di Lokasi Persawahan Desa Sungai Besar. Kabidnya berjanji kepada Bupati akan menjadikan jalan ini prioritas pembangunannya di tahun 2016," kata dia, dihubungi dari Lingga, Kamis.

Dijelaskan Indra, Jalan Nasional Lingga Utara yang saat ini masih sampai tahap pengerasan tersebut, kondisinya sudah sangat siap untuk ditingkatkan menjadi jalan aspal.

Jalan itu dirintis pada tahun 2008 lalu melalui anggaran APBD secara bertahap. Setelah dilakukan pengerasan, jalan tersebut ditingkatkan menjadi jalan nasional.

"Sejak 2008 sudah dibuka oleh daerah. Kemudian baru ditingkatkan menjadi jalan nasional," tuturnya.

Secara teknis pengerjaannya, dijelaskan Indra, akan dilaksanakan oleh Satker PU Provinsi Kepri. Dalam pengerjaannya nanti, bukit-bukit yang masih tinggi akan di pangkas lagi.

"Kita lihat nanti teknisnya. Itu dikerjakan Satker Provinsi," kata dia.

Dengan pembanguan jalan ini, menjadi harapan besar warga Lingga Utara, dapat menggeliatkan perekonomiannya, dan memperlancar arus barang dan orang dari dan ke desa tersebut. (Antara)

Sumber Berita:
http://m.antarakepri.com/berita/37541/jalan-nasional-lingga-utara-diaspal-2017
Sumber Gambar (ilustrasi)